Showing posts with label tokoh. Show all posts
Showing posts with label tokoh. Show all posts

Saturday, 22 September 2012

Khalil Gibran – The History

|0 comments

gibranMungkin banyak orang pernah denger tentang karya-karya Khalil Gibran.. but, how about his history ? nggak banyak orang yang tau.. maka, aku coba uraikan sejarah singkat tentang penyair besar ini.. yang aku rangkum dari berbagai sumber.
Khalil Gibran lahir pada tanggal 6 January 1883, di daerah pegunungan di Lebanon Utara. Ibunya, Kamila Rahmeh berusia 30 tahun ketika melahirkan Khalil Gibran. Gibran lahir dari suami ibunya yang ke tiga – yang jarang mempedulikan nasib keluarga Gibran. Gibran memiliki 1 kakak tiri bernama Peter, dan dua adik perempuan bernama Mariana dan Sultana. Ibu Khalil Gibran berasal dari latar belakang religius yang tidak berpendidikan.
Gibran tumbuh sebagai anak yang pendiam dan perenung. Semenjak kecil, Gibran sangat suka mengamati air terjun bertingkat, tebing-tebing, dan pohon-pohon Cedar. Kelak, simbol-simbol alam ini akan menjadi sumber inspirasi bagi lukisan dan tulisan-tulisannya.
Gibran memang berasal dari keluarga kampung biasa, sehingga Gibran tidak bisa menerima pendidikan formal seperti layaknya keluarga bangsawan. Sebaliknya – karena berasal dari keluarga religius, pendidikan yang diterima Gibran hanya tentang Alkitab (Injil) bersamaan dengan pelajaran Bahasa Siria dan Arab. Pendidikan ini ia dapatkan dari seorang pastor yang secara rutin mengunjungi desanya. Untuk membuka wawasan Gibran, sang pastor mengajari dia membaca dan dan menulis, yang perlahan-lahan membuka pemikiran Gibran akan sejarah, ilmu pengetahuan, dan bahasa.
Pada usia delapan tahun, Ayah Gibran dituduh melakukan penggelapan pajak. Maka Ayah Gibran ditangkap, seluruh harta dan kekayaannya pun turut disita negara. Akibatnya, Gibran dan keluarganya menjadi tunawisma. Ibu Gibran memutuskan untuk berimigrasi ke Amerika untuk mencari kehidupan yang lebih baik – mengikuti paman Gibran yang sudah terlebih dulu pindah ke sana. Gibran dan keluarganya berangkat berlayar menuju New York, Amerika pada tanggal 25 Juni 1895. Sedangkan ayahnya tetap tinggal di Libanon.
Pada usia sepuluh tahun, Gibran pernah jatuh dari tebing. Untuk mengobati tulang bahunya yang retak, keluarganya membuatkan semacam salib untuk diikatkan dibahunya (sebagai penopang) selama 40 hari lamanya. Peristiwa ini mengingatkan Gibran akan pengembaraan dan puasa Yesus di padang gurun selama 40 hari. Kelak, ingatan ini jugalah yang berperan penting dalam karya-karya sastranya.
Di Amerika, Gibran dan keluarganya tinggal di daerah Boston Selatan, yang kala itu menjadi daerah komunitas Siria di Amerika. Kebuadayaan di daerah itu tidak jauh berbeda dengan budaya di daerah Ibu Gibran, mereka pun kebanyakan menggunakan bahasa Arab, sehingga gampang dimengerti oleh keluarga Gibran. Sebagai kepala keluarga, Ibu Gibran mulai bekerja sebagai pedagang keliling. Pada waktu itu, pedagang keliling adalah sumber pendapatan utama bagi para imigran Siria. Mereka pun kadang mendapatkan stigma yang negatif dari para penduduk Amerika, karena kehidupan Arab yang ‘berbeda’ serta kebiasaan hidup mereka yang cenderung malas.
Gibran mulai masuk sekolah pada tanggal 30 September 1895 – 2 bulan sesudah ia sampai di Amerika. Karena ia seorang imigran dan tidak pernah sekolah sebelumnya, maka Gibran harus mengikuti pendidikan dasar dulu, yaitu pendidikan bahasa Inggris. Saat sekolah, Gibran sangat antusias dengan sketsa dan lukisan seorang gurunya – sebuah hobi yang sudah ia sukai semenjak masa kecilnya di Libanon.
Rasa ingin tau Gibran yang besar akan seni, membuat dia mulai memasuki daerah budaya di Boston, yang begitu memukau dia dengan keramaian dunia teater, Opera, dan galeri seni. Dengan inspirasi seninya yang luar biasa dan lewat lukisan-lukisannya yang artistik, Gibran mendapatkan perhatian dari guru-gurunya di sekolah. Mereka lalu menghubungi Fred Holland Day, seorang seniman dan pencari bakat waktu itu. Melalui Fred Hollan Day inilah yang akhirnya membuka jalan bagi Gibran menuju cita-citanya : filosofis, Novelis, Sastrawan, dan Pujangga.
Karya-karya gibran sangat mempengaruhi kebudayaan modern Amerika hingga tahun 1960-an, pada tahun 1904 Gibran memulai exhibition-nya yang pertama di Boston. Pada tahun 1908 hingga 1910 dia belajar seni pada August Rodin di Paris. Tahun 1912 dia pindah ke New York, tempat dimana dia mengabdikan diri pada karya tulis dan lukisan.
Karya-karya awal Gibran kebanyakan ditulis dalam bahasa Arab, dan baru mulai tahun 1918 dia mulai menulis karya-karyanya dalam bahasa Inggris. Pada tahun 1920 ia mendirikan sebuah kelompok bagi penulis-penulis Arab : Mahgar (al-Mahgar). Anggota-anggota komunitas ini antara lain : Mikha’il Na’ima (1889-1988), Iliya Abu Madi (1889-1957), Nasib Arida (1887-1946), Nadra Haddad (1881-1950), dan Ilyas Abu Sabaka (1903-47).br /br /Gibran meninggal di New York pada tanggal 10 April 1931. Salah satu karya terbesarnya yang cukup terkenal ialah : The Propet (Sang nabi), sebuah buku yang berisi 26 esai puisi, yang sudah diterjemahkan di lebih 20 bahasa. The Prophet (Sang Nabi) mengisahkan tentang seorang nabi yang tinggal di negeri asing selama 12 tahun, yang sedang berada di kapal menuju perjalanan pulang. Di tengah perjalanan itulah sang nabi tersebut di hentikan oleh sekelompok orang, yang ingin diajar tentang misteri-misteri kehidupan.

Barack Obama – The History

|0 comments

obama“Tokoh ini adalah Presiden Amerika Serikat ke-44. Barack menjabat sejak 20 Januari 2009 menggantikan George Walker Bush. Sebelumnya ia merupakan Senator Junior dari Illinois dan kemudian menang dalam Pemilu Presiden 2008 pada 4 November 2008.
“Barack Obama lahir di Honolulu, Hawaii, dari pasangan Barack Hussein Obama, Sr., seorang Kenya – dan Ann Dunham, seorang Amerika Serikat. Keduanya berpisah ketika Obama berusia dua tahun dan akhirnya bercerai. Ayah Obama kembali ke Kenya dan meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas tahun 1982.
“Setelah bercerai, Dunham (Ibu Obama) menikahi Lolo Soetoro, dan keluarganya pindah ke Indonesia tahun 1967. Obama kemudian bersekolah di sekolah lokal di Jakarta hingga ia berusia 10 tahun. Hingga saat ini Obama masih dapat berbicara bahasa Indonesia dengan tingkat dasar.
Obama kembali ke Honolulu untuk tinggal bersama kakek dan neneknya dan belajar di Sekolah Punahou sejak kelas lima (1971) hingga lulus SMA pada 1979.Ibu Obama kembali ke Hawaii tahun 1972 selama beberapa tahun dan kemudian kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan kerja lapangan untuk disertasi doktoral.
Ibu Obama meninggal karena kanker rahim tahun 1995. Sebagai seorang dewasa, Obama mengakui bahwa ketika SMA ia menggunakan mariyuana, kokain, dan alkohol, yang ia jelaskan pada Forum Sipil Presiden 2008 sebagai kesalahan moralnya yang terbesar.Setelah SMA, Obama pindah ke Los Angeles lalu ia belajar di Perguruan Tinggi Occidental selama dua tahun.
Ia kemudian pindah ke Universitas Columbia di New York City, dan kemudian ia lulus dalam bidang pengetahuan politik(1983). Setelah empat tahun di New York City, Obama pindah ke Chicago, lalu ia menjabat sebagai direktur Developing Communities Project (DCP), sebuah perkumpulan masyarakat berbasis Katolik di Chicago selama tiga tahun hingga Mei 1988. Selama menjabat sebagai direktur DCP, stafnya bertambah dari satu menjadi tiga belas. Pendapatan per tahunnya meningkat dari $70.000 menjadi $400.000, dengan keberhasilan meliputi membantu membuat program pelatihan kerja, program pelatihan persiapan perguruan tinggi, dan organisasi hak penjual di Altgeld Gardens, Chicago.
Obama masuk Sekolah Hukum Universitas Harvard pada 1988. Pada akhir tahun pertamanya, ia dipilih sebagai editor Harvard Law Review. Obama bertemu istrinya, Michelle Robinson, bulan Juni 1989 ketika ia bekerja sebagai asosiat musim panas untuk firma hukum Sidley amp; Austin di Chicago.Sebagai penasehat Obama selama tiga bulan di firma itu, Robinson bergabung dengannya dalam kelompok sosial, tapi menolak permintaan awalnya untuk berkencan. Obama lulus dengan magna cum laude Juris Doctor dari Harvard tahun 1991.
Sekolah Hukum Universitas Chicago pernah menyediakan Obama beasiswa dan kantor untuk menulis buku.Untuk bekerja tanpa gangguan, Obama dan istrinya, Michelle, berlibur ke Bali dan ia menulis bukunya selama beberapa bulan. Manuskrip tersebut diterbitkan pada pertengahan 1995 dengan judul Dreams from My Father.
Obama juga pernah dipercayai untuk memimpin Project Vote Illinois mulai April hingga Oktober 1992, dengan registrasi pemilih dengan sepuluh staf dan tujuh ratus sukarelawan; tujuannya berhasil, Ia berhasil mendaftarkan 150.000 dari 400.000 orang Afrika-Amerika di negara bagian itu, sehingaga Crain’s Chicago Business menempatkan Obama dalam daftar “40 under Forty”di tahun 1993.
Karir emas Obama berawal tahun 1992, Obama mengajar di Sekolah Hukum Universitas Chicago selama dua belas tahun. Tahun 1993, bergabung dengan Davis, Miner, Barnhill amp; Galland, sebuah firma hukum. Obama juga termasuk anggota pendiri dewan direktur Public Allies tahun 1992. Ia pernah menjabat sebagai dewan direktur Woods Fund of Chicago (1993-2008), dewan direktur The Joyce Foundation (1994-2004), Dewan direktur Chicago Annenberg Challenge (1995-2002), dan ‘beberapa dewan direktur lain’ yaitu di Committee for Civil Rights Under Law, Center for Neighborhood Technology, serta Lugenia Burns Hope Center.
Obama menikah dengan istrinya 3 Oktober 1992.Anak pertama mereka, Malia Ann, lahir tahun 1998, diikuti oleh anak kedua, Natasha (“Sasha”), tahun 2001.
Obama dipilih sebagai Senat Illinois tahun 1996, menggantikan Alice Palmer. Di jabatan ini Ia mensponsori hukum yang meningkatkan kredit pajak bagi pekerja berpendapatan rendah, menegosiasikan reformasi kesejahteraan, dan mempromosikan peningkatan subsidi bagi perawatan anak. Obama terpilih kembali sebagai Senat Illinois tahun 1998, dan lagi tahun 2002. Tahun 2000, ia dikalahkan oleh Bobby Rush.
Bulan Januari 2003, Obama menjadi pimpinan Komite Kesehatan dan Pelayanan Sipil Senat Illinois. Ia mensponsori dan memimpin pengesahan bipartisan UU untuk memonitor racial profiling (memprofil berdasarkan ras) dengan meminta polisi mencatat ras para tahanan, dan UU tersebut menjadikan Illinois negara bagian pertama yang melakukan perekaman interogasi pembunuhan. Obama mengundurkan diri dari Senat Illinois pada November 2004 setelah pemilihannya menuju Senat AS.
Obama adalah penentang awal kebijakan terhadap Irak oleh administrasi Bush. Tanggal 2 Oktober 2002, saat Presiden George W. Bush dan Kongres menyetujui resolusi bersama yang mencetuskan Perang Irak, Obama menyampaikan kampanye anti-Perang Irak/span pertamanya di Chicago di Federal Plaza. Obama mengadakan kampanye anti-Perang Irak terbesarnya di Chicago di Daley Plaza dan mengatakan pada kerumunan orang bahwa “belum terlambat” untuk menghentikan perang.
Obama disumpah sebagai senator AS pada 4 Januari 2005. Obama adalah Senator Afrika Amerika kelima dalam sejarah AS, dan yang ketiga yang dipilih melalui popular vote. Ia adalah anggota Senat satu-satunya dari Congressional Black Caucus. Congressional Quarterly, sebuah terbitan nonpartisan, menyebutnya sebagai “Demokrat setia” berdasarkan analisis seluruh suara Senat pada 2005-2007, dan National Journal menempatkannya sebagai senator “paling liberal” berdasarkan penelitian terhadap suara yang dipilih selama 2007. Menurut Congress.org Obama adalah Senator terkuat ke-11.
Obama memberikan suaranya untuk Energy Policy Act of 2005 dan mensponsori Secure America and Orderly Immigration Act. Obama mensponsori undang-undang yang meminta pemilik PLTN untuk memperingatkan pihak lokal dan negara bagian mengenai kebocoran radioaktif, tapi UU ini gagal disahkan secara penuh oleh Senat setelah diubah besar-besaran dalam komite.
Bulan Desember 2005, Obama meminta aksi yang lebih keras untuk menentang genosida di Darfur, Sudan. Bulan November 2006, “Obama mengumumkan “penarikan tentara AS dari Irak” dan pembukaan dialog diplomatik dengan Suriah dan Iran.
Bulan Desember 2006, Presiden Bush menandatangani pengesahan Relief, Security, and Democracy Promotion Act untuk Republik Demokratik Kongo, menandakan UU federal pertama yang disahkan dengan Obama sebagai sponsor utama. Obama juga berusaha memperkenalkan Deceptive Practices and Voter Intimidation Prevention Act, sebuah UU yang ditujukan untuk mencegah praktik penipuan dalam pemilihan federal dan Iraq War De-Escalation Act of 2007, tapi tak satupun yang disahkan.
Obama mendorong Demokrat untuk menggaet para evangelis dan kelompok agama lainnya. Bulan Desember 2006, ia bergabung dengan Sen. Sam Brownback (R-KS) pada “Pertemuan Global mengenai AIDS dan Gereja” Bersama dengan Warren dan Brownback, Obama melakukan tes HIV, sebagaimana yang dilakukannya di Kenya kurang dari empat bulan sebelumnya. Ia meminta “orang-orang melakukan hal yang sama” dan tidak malu melakukannya.
Bulan Januari 2007, ia keluar dari komite Lingkungan dan Pekerjaan Umum. Ia menjadi Pimpinan Subkomite Senat untuk Urusan Eropa. Sebagai anggota Komite Senat untuk Hubungan Luar Negeri, Obama melakukan perjalanan ke luar negeri menuju Eropa Timur, Timur Tengah, Asia Tengah dan Afrika. “Ia bertemu dengan Mahmoud Abbas sebelum menjadi Presiden Palestina, dan menyampaikan pidato di Universitas Nairobi yang mengkritik korupsi dalam pemerintahan Kenya.b
Tanggal 10 Februari 2007, Obama mengumumkan pencalonannya untuk Presiden Amerika Serikat di depan bangunan Old State Capitol di Springfield, Illinois.Pemilihan tempat pidato ini sangat simbolis karena di tempat itu juga Abraham Lincoln menyampaikan pidato bersejarahnya, “House Divided” tahun 1858. Selama kampanye, Obama mengangkat masalah pengakhiran Perang Irak, meningkatkan kebebasan energi, dan menyediakan perawatan kesehatan universal.
Dalam pidato Maret 2007 pada American Israel Public Affairs Committee, ia mengatakan bahwa “cara utama untuk mencegah Iran membuat senjata nuklir adalah melalui pembicaraan dan diplomasi. Hal ini mengindikasikan bahwa Obama akan melakukan “diplomasi presiden langsung” dengan Iran tanpa prasyarat.
Kampanye Obama memakan $58 juta pada pertengahan pertama 2007, di antaranya sumbangan kurang dari $200, dikelompokkan sebagai “donasi kecil” menurut hukum kampanye, berjumlah $16.4 juta. Angka $58 juta ini mencetak rekor penggalangan dana kampanye presiden pada enam bulan pertama tahun kalender sebelum pemilihan.
Pada Juni 2007, Dengan 8.000 anggota United Church of Christ, Obama meminta pemimpin Kristen berhaluan kanan (fundamentalis) untuk “memahami apa yang memisahkan kita.
“Tanggal 23 Agustus 2008, Obama memilih Senator Joe Biden dari Delaware sebagai wakil presiden. Pada Konvensi Nasional Demokrat di Denver, Colorado. Kemudian, tanggal 28 Agustus, Obama menyampaikan pidato kepada 84.000 pendukung di Denver. Selama berpidato, yang disaksikan sekitar 38 juta orang di seluruh dunia, ia menerima pencalonan oleh partai ini dan memberitahukan tujuan kebijakannya. Terdapat tiga debat presiden antara Obama dan saingannya (McCain) bulan September dan Oktober 2008. Setelah debat, Obama memenangi polling nasional.
Tanggal 2 November 2008, nenek Obama, Madelyn Dunham, meninggal karena kanker pada usia 86 tahun. Obama mengetahui kematian neneknya tanggal 3 November, satu hari sebelum pemilihan.
Tanggal 4 November 2008, Barack Obama mengalahkan John McCain dan menjadi orang Afrika Amerika pertama yang terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat.
Dalam pidato kemenangannya yang disampaikan di depan ratusan ribu pendukungnya di Taman Grant di Chicago, Obama menyatakan bahwa “perubahan telah tiba di Amerika. Ia juga menjadi Presiden termuda kelima ketika menjabat. Obama disumpah sebagai Presiden Amerika Serikat ke-44 pada tanggal 20 Januari 2009. Kode nama Agen Rahasianya yang disetujui adalah “Renegade”.
Obama menyatakan bahwa bila ia terpilih ia akan melakukan pemotongan pengeluaran negara sebanyak puluhan milyar dolar, “menghentikan investasi terhadap sistem pertahanan misil yang “tak terbukti”, tidak “mempersenjatai” angkasa, “pengembangan perlahan Sistem Pertempuran Masa Depan,” dan berusaha menghapus seluruh senjata nuklir.
Obama menyerukan “pengakhiran pembuatan senjata nuklir baru, mengurangi stok nuklir AS, melakukan pelarangan global pada pembuatan bahan misil, dan melakukan negosiasi dengan Rusia untuk membawa misil balistik antarbenua keluar dari status waspada tinggi.
Obama adalah seorang Kristen yang pandangan religiusnya telah berkembang di masa dewasanya. Dalam buku The Audacity of Hope, Obama menulis bahwa “ia tidak dibesarkan dalam keluarga religius.” Ia menjelaskan ibunya, dibesarkan oleh orangtua non-religius yang terpisah dari agama, Dalam buku tersebut, Obama menjelaskan bagaimana, melalui bekerja dengan gereja sebagai koordinator masyarakat ketika masih berusia 20 tahunan, ia mulai memahami “kekuatan tradisi religius Afrika-Amerika untuk melakukan perubahan sosial.”Ia dibaptis di Trinity United Church of Christ.tahun 1988.
Dengan ayah Kenya dan ibu Amerika, kehidupannya di Honolulu dan Jakarta, dan pendidikannya di Ivy League, kehidupan awal Obama sangat berbeda dengan politikus Afrika-Amerika biasa. Mengenai pertanyaan tentang apakah ia “cukup hitam,” Obama menanggapi pada National Association of Black Journalists pada Agustus 2007 bahwa debat ini tidak mengenai penampilan fisiknya atau catatannya mengenai masalah pemilih berkulit hitam. Obama mengatakan bahwa “kami masih terjebak bila Anda berpihak pada orang berkulit putih maka pasti ada yang salah.
“Mengikuti pidato awal John F. Kennedy, Obama menghargai masa mudanya dalam pidato kampanye Oktober 2007: “Saya takkan berada di sini bila, kesempatan tidak diberikan pada generasi yang baru.”Banyak komentator menyebutkan pernyataan internasional Obama sebagai faktor menentukan untuk pandangan publiknya. Tidak hanya beberapa pemungutan suara yang memperlihatkan dukungan kuat kepadanya di negara lain, tapi Obama juga membuat hubungan dengan politisi luar negeri dan pimpinan negara terpilih bahkan sebelum pencalonan presidennya, terutama dengan Perdana Menteri Tony Blair, yang dijumpainya di London pada tahun 2005, dengan pimpinan Partai Demokrat Italia Walter Veltroni, yang mengunjungi kantor Senat Obama tahun 2005, dan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, yang juga mengunjunginya di Washington tahun 2006.

Oprah Winfrey

|0 comments



“Nggak semua orang tak mampu adalah ‘tak mampu’…
oprah“Bermodal keberanian “Menjadi Diri Sendiri”, Oprah menjadi presenter paling populer di Amerika dan menjadi wanita selebritis terkaya versi majalah Forbes, dengan kekayaan lebih dari US $ 1 Milyar. Copy acara “The Oprah Winfrey Show” telah diputar di hampir seluruh penjuru bumi ini.
TAHUKAH ANDA?
Lahir di Mississisipi dari pasangan Afro-Amerika dengan nama Oprah Gail Winfrey. Ayahnya mantan serdadu yang kemudian menjadi tukang cukur, sedang ibunya seorang pembantu rumah tangga. Karena keduanya berpisah maka Oprah kecil pun diasuh oleh neneknya di dilingkungan yang kumuh dan sangat miskin. Luarbiasanya, di usia 3 tahun Oprah telah dapat membaca Injil dengan keras.
“Membaca adalah tirai untuk mengenal dunia” katanya dalam suatu wawancaranya.
Pada usia 9 tahun, Oprah mengalami pelecehan sexual, dia diperkosa oleh saudara sepupu ibunya beserta teman-temannya dan terjadi berulang kali. Di usia 13 tahun Oprah harus menerima kenyataan hamil dan melahirkan, namun bayinya meninggal dua minggu setelah dilahirkan.
Setelah kejadian itu, Oprah lari ke rumah ayahnya di Nashville. Ayahnya mendidik dengan sangat keras dan disiplin tinggi. Dia diwajibkan membaca buku dan membuat ringkasannya setiap pekan. Walaupun tertekan berat, namun kelak disadari bahwa didikan keras inilah yang menjadikannya sebagai wanita yang tegar, percaya diri dan berdisiplin tinggi.
Prestasinya sebagai siswi teladan di SMA membawanya terpilih menjadi wakil siswi yang diundang ke Gedung Putih. Beasiswa pun di dapat saat memasuki jenjang perguruan tinggi. Oprah pernah memenangkan kontes kecantikan, dan saat itulah pertama kali dia menjadi sorotan publik.
Karirnya dimulai sebagai penyiar radio lokal saat di bangku SMA. Karir di dunia TV di bangun diusia 19 tahun. Dia menjadi wanita negro pertama dan termuda sebagai pembaca berita stasiun TV lokal tersebut. Oprah memulai debut talkshow TVnya dalam acara People Are Talking. Dan keputusannya untuk pindah ke Chicago lah yang akhirnya membawa Oprah ke puncak karirnya. The Oprah Winfrey Show menjadi acara talkshow dengan rating tertinggi berskala nasional yang pernah ada dalam sejarah pertelevisian di Amerika. Sungguh luar biasa!
Latar belakang kehidupannya yang miskin, rawan kejahatan dan diskriminatif mengusik hatinya untuk berupaya membantu sesama. Tayangan acaranya di telivisi selalu sarat dengan nilai kemanusiaan, moralitas dan pendidikan. Oprah sadar, bila dia bisa mengajak seluruh pemirsa telivisi, maka bersama, akan mudah mewujudkan segala impiannya demi membantu mereka yang tertindas.
Oprah juga dikenal dengan kedermawanannya. Berbagai yayasan telah disantuni, antara lain, rumah sakit dan lembaga riset penderita AIDs, berbagai sekolah, penderita ketergantungan, penderita cacat dan banyak lagi.
Dan yang terakhir, pada 2 januari 2007 lalu, Oprah menghadiri peresmian sekolah khusus anak-anak perempuan di kota Henley-on-Klip, di luar Johannesburg, Afrika selatan, yang didirikannya bersama dengan pemirsa acara televisinya. Oprah menyisihkan 20 juta pounsterling ( 1 pons kira2 rp. 17.000,- )atau 340 milyiar rupiah dari kekayaannya. “Dengan memberi pendidikan yang baik bagi anak2 perempuan ini, kita akan memulai mengubah bangsa ini” ujarnya berharap.
Kisah Oprah Winfrey ialah kisah seorang anak manusia yang tidak mau meratapi nasib. Dia berjuang keras untuk keberhasilan hidupnya, dan dia berhasil. Dia punya mental baja dan mampu mengubah nasib, dari kehidupan nestapa menjadi manusia sukses yang punya karakter. Semangat perjuangannya pantas kita teladani!

Abraham Lincoln

|0 comments


lincolnstantonKasihilah musuhmu, dan berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu..
Abraham Lincoln, sebelum menjadi presiden sangat dimusuhi oleh Stanton. Tidak ada sebab yang jelas kenapa Stanton begitu membenci Lincoln. Beberapa orang mengatakan mungkin karena mereka saling bersaing dalam hal politik  dan dalam upaya menarik perhatian publik.
kebencian Stanton ini makin menjadi-jadi saat Abraham Lincoln terpilih menjadi presiden Amerika. Pada awal-awal pemerintahan Lincoln, Stanton menyuarakan suara-suara tidak sedap kepada publik, dengan tujuan menjatuhkan wibawa Lincoln di hadapan rakyatnya.
Sebagai seorang presiden, sebenarnya sangat mudah bagi Lincoln untuk ‘merekayasa’ Stanton agar masuk penjara, atau sekedar  ‘dihilangkan’ tanpa jejak. Tapi apa yang dilakukan Lincoln ? sebuah langkah mengejutkan dilakukan oleh Lincoln. Presiden ini memutuskan untuk mengangkat Stanton menjadi Menteri Pertahanan (Secreatry of War).
“Anda tidak sedang bergurau kan pak ? Stanton itu saingan politik anda, dalam setiap kesempatan ia selalu berusaha untuk menjatuhkan anda !” tanya asisten pribadi Lincoln.
Lincoln dengan tersenyum menjawab, “Saya memilih orang bukan berdasarkan rasa suka atau benci, tetapi lebih karena kemampuan yang ia miliki, Stanton adalah orang yang sangat tepat untuk posisi itu.” Lincoln kemudian melanjutkan, “Dan lagi, dengan menjadikannya kawan, bukankah justru di situ kita telah mengalahkan musuh ?”
Lincoln ternyata tidak salah, Setelah beberapa waktu berlalu Stanton telah menjadi sahabat dekat, sekaligus menteri yang amat setia. Sampai suatu ketika Lincoln mati terbunuh, Stanton-lah yang paling merasa kehilangan, saat itu Stanton bukan hanya kehilangan seorang atasan, kematian Lincoln telah membuat Stanton merasakan kehilangan sosok yang telah ia anggap sebagai sahabat, guru, dan saudara. Komentarnya tentang kematian Lincoln di media,  mengharukan siapa saja yang mendengar atau membacanya.
Permusuhan tidak dapat dilawan dengan permusuhan, kebencian bukan sebuah jawaban yang tepat bagi kebencian. Permusuhan hanya bisa dilawan dengan kasih, sebagaimana kegelapan hanya bisa dilawan dengan terang, dan api hanya bisa dipadamkan dengan air.
- Silahkan klik disini atau disini untuk mengetahui lebih lanjut tentang Abraham Lincoln.
- Silahkan klik disini untuk mengetahui lebih lanjut tentang Edwin M. Stanton.

Pencuri

|0 comments

tuaPada akhir tahun 1980-an di Shanghai, ada seorang yang jahat bernama Lee San. Dia adalah seorang yang cerdas,  tapi sayang, dia menggunakan kecerdasannya itu untuk mencuri. Mencuri adalah nafkah bagi orang ini. Karena kepintarannya, aktivitas ini tidak pernah terungkap oleh pihak berwajib. Dan saat ini, hidup Lee San sudah ‘berkecukupan’ dari penghasilannya mencuri dan berjudi.
Suatu hari, saat dia berkeliling mencari mangsa, Wang Wu ‘teman seperjuangannya’ memberi kabar.
“Aku punya berita besar, sebuah keluarga baru saja mendapatkan santunan beberapa ribu dollar. Dan mereka adalah sepasang kakek-nenek, aku tahu betul dimana rumah mereka.”
“Aha!” Lee San Tertawa, “Sasaran empuk nih..”
“Tetapi anjing mereka besar dan buas.. hati-hati !” Temannya menyahut.
Dengan Pe-De, Lee San menjawab, “Memang Kenapa? anjing hanya hewan bodoh, pasti mudah ditipu! Jangan remehkan kemampuanku.”
Malam itu juga, dengan membawa peralatannya, Lee San langsung menuju rumah sepasang orang tua itu. Ketika tiba di sana, Ia melihat sebuah lampu  minyak besar tergantung tinggi di gerbang rumahnya.
Lee San mulai mengendap-endap didepan gerbang rumah itu. Tiba-tiba terdengar suara anjing menyalak. Lee San dengan sigap melempar sepotong daging ke arah anjing itu. Daging itu sudah dibubuhi banyak ramuan racun mematikan.  Maka mudah ditebak, dalam jangka waktu kurang dari satu menit, anjing itu tergeletak – mati. Lee San pun sekarang dapat dengan leluasa memasuki pekarangan rumah orang tua itu.
Lee San mulai mengendap-endap memasuki pintu samping rumah yang tidak terkunci  lalu menuju kamar tempat uang-uang itu disimpan di bawah bantal. “Ini mudah sekali.” Lee berpikir, “Mereka punya begitu banyak uang, tetapi tidak menyimpannya dalam sebuah kotak brankas.”
Kemudian Lee San mendengar suara-suara dari ruang sebelah. Ternyata, wanita tua pemilik rumah itu sedang bercakap-cakap dengan suaminya. Lee diam di tempatnya dan mendengarkan dengan baik – untuk memastikan kedua orang itu tidak tahu kehadirannya.
“Pak, bukankah lebih baik jika kita menggunakan uang itu untuk menyewa pembantu ? kita sudah tua dan buta, kita butuh orang yang bisa merawat kita.” Wanita tua itu berbicara.
Lee San terkejut. Jika mereka buta, mengapa mereka meletakkan lampu besar di depan pintu gerbang mereka ?
“Oh, ya, sayangku, kamu benar, tetapi dari mana kita bisa mendapatkan uang untuk membayar pembantu ?” jawab si lelaki tua.
“Bukankah kita baru saja mendapatkan beberapa ribu dollar, santunan dari pejabat itu. Mengapa tidak kita gunakan saja ?” sang wanita tua berkata.
“Apa kamu lupa ?  Jawab lelaki tua itu. “Bukankah kita telah memutuskan untuk menyumbangkan uang itu untuk membangun panti asuhan ?”
Mendengar percakapan itu, Lee San merasa tidak nyaman,
“Oh, ya.. betapa pelupanya aku. Lagian kita masih bisa menghemat uang. Dengan tidak membeli minyak untuk lampu depan – dan kita masih bisa menjual anjing kita si Ding-Ding. Anjing itu sudah tua dan mulai senewen.” Kata wanita tua itu.
“Jangan kau lakukan itu !” sergah lelaki tua. “Kita harus menerangi orang-orang yang lewat. Jalan itu gelap, dan orang-orang tidak bisa berjalan dalam gelap. Dan jika si Ding-Ding ada di sini, maka orang-orang tidak perlu khawatir ada penjahat atau pencuri ketika mereka melewati rumah ini.”
“Kamu benar,” kata wanita tua itu “Sayang anak-anak kita sudah mulai jarang ke sini, tapi kita masih bisa bekerja, kita masih memiliki setumpuk kertas untuk dilem dan dijadikan amplop. Lalu kita bisa menjualnya.”
Lee San menyelinap keluar dengan perlahan. Kemudian, sambil duduk di depan gerbang, dia mulai menangis tersedu. Lee San sendiri adalah seorang anak yatim piatu. Dia dulu diasuh oleh seorang ayah tiri yang jahat – dan sebuah keluarga yang hanya memperlakukannya seperti pembantu, Lee akhirnya minggat dan mulai hidup di jalan beberapa tahun lalu.
Pagi berikutnya, ada tiga benda yang ditinggalkan Lee San di depan rumah pasangan orang itu. Seekor anjing herder yang masih kecil dan diikatkannya di tiang dekat pintu rumah, setumpuk uang, dan sebuah brankas besi lengkap dengan kuncinya untuk menyimpan uang.
Semenjak itu, tak ada lagi yang melihat Lee San. Dia lenyap begitu saja. Ada yang mengatakan kalau ia menjadi biarawan, dan ada pula yang mengatakan bahwa dia sudah menjadi pengusaha sukses yang sangat dermawan.
Bagaimanapun juga, beberapa tahun sesudah peristiwa itu, mulai berdiri beberapa Panti Asuhan dan Rumah Jompo yang dibangun atas nama Lee San – dan masih berdiri kokoh hingga saat ini di China.