Tuesday, 25 February 2014

Belajar pada Ahli Permata

|0 comments

DapurKata - Seorang anak muda mengunjungi seorang ahli permata dan menyatakan maksudnya untuk berguru. Ahli permata itu menolak pada mulanya, karena dia kuatir anak muda itu tidak memiliki kesabaran yang cukup untuk belajar. Anak muda itu memohon dan memohon sehingga akhirnya ahli permata itu menyetujui permintaannya. “Datanglah ke sini besok pagi.” katanya.

Keesokan harinya, ahli permata itu meletakkan sebuah batu berlian di atas tangan si anak muda dan memerintahkan untuk menggenggamnya. Ahli permata itu meneruskan pekerjaannya dan meninggalkan anak muda itu sendirian sampai sore.



Hari berikutnya, ahli permata itu kembali menyuruh anak muda itu menggenggam batu yang sama dan tidak mengatakan apa pun yang lain sampai sore harinya. Demikian juga pada hari ketiga, keempat, dan kelima.

Pada hari keenam, anak muda itu tidak tahan lagi dan bertanya, “Guru, kapan saya akan diajarkan sesuatu?”

Gurunya berhenti sejenak dan menjawab, “Akan tiba saatnya nanti,” dan kembali meneruskan pekerjaannya.

Beberapa hari kemudian, anak muda itu mulai merasa frustrasi. Ahli permata itu memanggilnya dan meletakkan sebuah batu ke tangan pemuda itu. Anak muda frustrasi itu sebenarnya sudah hendak menumpahkan semua kekesalannya, tetapi ketika batu itu diletakkan di atas tangannya, anak muda itu langsung berkata, “Ini bukan batu yang sama!”

“Lihatlah, kamu sudah belajar,” kata gurunya.

Kisah inspirasi ini diambil dari : http://motivation-live.blogspot.com/2008/08/kesabaran-belajar.html
gambar dari http://batuakiku.blogspot.com/2011/09/batu-zamrud-emerald-stone.html

Gratis Sepanjang Masa

|0 comments



Untuk memotong rumput Rp. 5000
Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini Rp. 5000
Untuk pergi ke toko disuruh ibu Rp. 3000
Untuk menjaga adik waktu ibu belanja Rp. 5000
Untuk membuang sampah Rp. 1000
Untuk nilai yang bagus Rp. 3000
Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp. 3000
Jadi jumlah utang ibu adalah Rp. 25000

Sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap. Berbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu. Lalu ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya. Dan inilah yang ia tuliskan:

Untuk sembilan bulan ibu mengandung kamu, gratis
Untuk semua malam ibu menemani kamu, gratis
Untuk semua mainan, makanan, dan baju, gratis
Untuk membawamu ke dokter dan mengobati saat kamu sakit, serta mendoakan kamu, gratis
Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, gratis
Kalau dijumlahkan semua, harga cinta ibu adalah gratis

 Anakku… dan kalau kamu menjumlahkan semuanya,
Akan kau dapati bahwa harga cinta ibu adalah GRATIS
Seusai membaca apa yang ditulis ibunya, sang anak pun berlinang air mata dan menatap wajah ibunya, dan berkata: “Bu, aku sayang sekali sama ibu” ia kemudian mendekap ibunya. Sang ibu tersenyum sambil mencium rambut buah hatinya.”Ibupun sayang kamu nak” kata sang ibu.
Kemudian sang anak mengambil pulpen dan menulis sebuah kata dengan huruf-huruf besar sambil diperhatikan sang ibu: “LUNAS”
***
Sahabat, seberapapun jasa yang tlah kita berikan kepada ibu, seberapapun uang yang kita dapatkan dan kita berikan kepada ibu, atau seberapapun liter keringat kerja yang kita kumpulkan untuk ibu, tidak akan dapat mengganti kasih sayang seorang ibu.Kasih ibu sepanjang masa. dapatkah kita menukar kasih sayang ibu itu dengan materi? menukar dengan bilangan angka?atau menukar dengan rangkaian kata terima kasih? Tidak sahabat, sama sekali tidak bisa. Oleh karenanya sahabatqu, Berbuat baiklah kepadanya, sayangilah beliau, cintailah beliau, dan doakanlah beliau….

Sumber : resensi.net
diambil dari http://daffamarceno.wordpress.com/tag/cerita-motivasi/page/6/
gambar dari http://www.blogher.com/step-mama-drama

10 Ribu Rupiah Membuat Anda Mengerti Cara Bersyukur

|0 comments


DapurKata ~ Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan.
Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!"

Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya. Kemudian pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin berkata, "Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami
tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan!"

Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, "Tidak... tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!"
Ironisnya meski tidak menambahkan sedekahnya, istri dan putrinya Budiman malah menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan. Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang tanggal gajian, karenanya Budiman ingin mengecek saldo rekening dia.

kisah inspirasi
Di depan ATM, Ia masukkan kartu ke dalam mesin. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudian muncul beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening.
Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya. Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Uang itu Kemudian ia lipat kecil untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah.

Saat sang wanita pengemis melihat nilai uang yang diterima, betapa girangnya dia. Ia pun berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan: "Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah... Terima kasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga. Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga...!"

Budiman tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu mengharukan. Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja. Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi sungguh membuat Budiman terpukau dan membisu. Apalagi tatkala sekali lagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya, "Dik, Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga....!"
Deggg...!!! Hati Budiman tergedor dengan begitu kencang. Rupanya wanita tadi sungguh berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan. Sejurus kemudian mata Budiman membuntuti kepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung tegal untuk makan di sana.

Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Budiman. Mata Budiman kini mulai berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu. "Ada apa Pak?" Istrinya bertanya.

Dengan suara yang agak berat dan terbata Budiman menjelaskan: "Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!"

Awalnya istri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman mengatakan bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis. Namun Budiman kemudian melanjutkan kalimatnya:
"Bu..., aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa!

Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah.

Bu..., aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah."

Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba. Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang kerap lalai atas segala nikmat-Mu

kisah diambil dari http://myquran.org/forum/index.php/topic,82145.0.html di posting oleh andy swan
gambar dari http://mathedu-unila.blogspot.com/2010/07/gambar-uang-10-ribu-baru.html
-->

Kisah Kakek dan Pencuri Pepaya

|0 comments


DapurKata ~ Saya ingin mengawali renungan kita kali ini dengan mengingatkan pada salah satu kisah kehidupan yang mungkin banyak tercecer di depan mata kita. Cerita ini tentang seorang kakek yang sederhana, hidup sebagai orang kampung yang bersahaja. Suatu sore, ia mendapati pohon pepaya di depan rumahnya telah berbuah. Walaupun hanya dua buah namun telah menguning dan siap dipanen. Ia berencana memetik buah itu di keesokan hari. Namun, tatkala pagi tiba, ia mendapati satu buah pepayanya hilang dicuri orang.

kisah inspirasi kakek dan pencuri pepaya
Kakek itu begitu bersedih, hingga istrinya merasa heran. “masak hanya karena sebuah pepaya saja engkau demikian murung” ujar sang istri.

“bukan itu yang aku sedihkan” jawab sang kakek, “aku kepikiran, betapa sulitnya orang itu mengambil pepaya kita. Ia harus sembunyi-sembunyi di tengah malam agar tidak ketahuan orang. Belum lagi mesti memanjatnya dengan susah payah untuk bisa memetiknya..”

“dari itu Bune” lanjut sang kakek, “saya akan pinjam tangga dan saya taruh di bawah pohon pepaya kita, mudah-mudahan ia datang kembali malam ini dan tidak akan kesulitan lagi mengambil yang satunya”.
Namun saat pagi kembali hadir, ia mendapati pepaya yang tinggal sebuah itu tetap ada beserta tangganya tanpa bergeser sedikitpun. Ia mencoba bersabar, dan berharap pencuri itu akan muncul lagi di malam ini. Namun di pagi berikutnya, tetap saja buah pepaya itu masih di tempatnya.

Di sore harinya, sang kakek kedatangan seorang tamu yang menenteng duah buah pepaya besar di tangannya. Ia belum pernah mengenal si tamu tersebut. Singkat cerita, setelah berbincang lama, saat hendak pamitan tamu itu dengan amat menyesal mengaku bahwa ialah yang telah mencuri pepayanya.

“Sebenarnya” kata sang tamu, “di malam berikutnya saya ingin mencuri buah pepaya yang tersisa. Namun saat saya menemukan ada tangga di sana, saya tersadarkan dan sejak itu saya bertekad untuk tidak mencuri lagi. Untuk itu, saya kembalikan pepaya Anda dan untuk menebus kesalahan saya, saya hadiahkan pepaya yang baru saya beli di pasar untuk Anda”.

Hikmah yang bisa diambil dari kisah inspirasi diatas, adalah tentang keikhlasan, kesabaran, kebajikan dan cara pandang positif terhadap kehidupan.

Mampukah kita tetap bersikap positif saat kita kehilangan sesuatu yang kita cintai dengan ikhlas mencari sisi baiknya serta melupakan sakitnya suatu “musibah”?

"Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya, dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta."
Kisah inspirasi diatas dikutip dari khutbah yang ditulis oleh ustadz Saiful Amien. Diambil dari http://malang.muhammadiyah.or.id/muhfile/malang/file/artikel/Mengakhlaqkan%20Cara%20Pandang.doc Gambar pohon pepaya dari http://mahaguru58.multiply.com/journal
-->

Soal Ujian

|0 comments
DapurKata - kisah inspirasi .com ~ Beberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan sebuah cerita yang menarik  melalui Fb dari seorang sahabat. Karena cerita ini menarik,  saya mencoba ingin berbagi cerita tersebut kepada para pembaca pada kesempatan ini.  Begini ceritanya ;

Ini kisah tentang Riri,  salah seorang mahasiswi yang sedang menyelesaikan kuliah semester akhir di sebuah Universitas Negeri. Riri  mengambil jurusan disebuah fakultas yang cukup favorit, yaitu Fakultas Kedokteran. Sebuah fakultas – menurut keyakinannya – yang dapat membuat hidupnya lebih baik di masa mendatang. Bukan kehidupan yang hanya baik untuknya, tetapi juga buat keluarganya yang telah berusaha susah payah mengumpulkan uang, agar ia dapat meneruskan dan lulus dari kuliahnya dengan baik.

Kakaknya pun rela untuk tidak menikah tahun ini, karena ia harus menyisihkan sebagian gajinya untuk membiayai tugas akhir dan biaya-biaya laboratorium serta praktikum yang cukup tinggi untuk Riri.

Kini tiba saatnya Riri harus mengikuti ujian semester akhir, mata kuliah yang diberikan oleh dosennya cukup unik. Saat itu sang dosen ingin memberikan pertanyaan-pertanyaan ujian secara lisan.

“Agar aku bisa dekat dengan mahasiswa.” cerita Riri menirukan kata dosennya kepada mahasiswa beberapa waktu lalu.

Satu per satu pertanyaan pun dia lontarkan,  para mahasiswa berusaha menjawab pertanyaan itu semampu mungkin dalam kertas ujian mereka.

Ketakutan dan ketegangan Riri saat ujian terjawab saat itu, pasalnya 9 pertanyaan yang dilontarkan oleh sang dosen lumayan mudah untuk dijawab olehnya. Jawaban demi jawaban pun dengan lancar ia tulis di lembar jawaban.

Hingga sampailah pada pertanyaan ke-10.“Ini pertanyaan terakhir.” kata dosen itu.

“Coba tuliskan nama ibu tua yang setia membersihkan ruangan ini, bahkan seluruh ruangan di gedung Jurusan ini !” kata sang dosen sambil menggerakkan tangannya menunjuk keseluruh ruangan kuliah.

Sontak saja mahasiswa seisi ruangan pun tersenyum. Mungkin mereka menyangka ini hanya gurauan, jelas pertanyaan ini tidak ada hubungannya dengan mata kuliah yang sedang diujikan kali ini, pikir Riri dalam benaknya.

“Ini serius !” kata sang dosen yang sudah agak tua itu dengan tegas. “Kalau tidak tahu mending dikosongkan aja, jangan suka mengarang nama orang ! ”. lanjutnya mengingatkan.

Riri tahu persis siapa orang yang ditanyakan oleh dosennya itu. Dia adalah seorang ibu tua, orangnya agak pendek, rambut putih yang selalu digelung. Dan ia juga mungkin satu-satunya cleaning service di gedung jurusan kedokteran tempat Riri kuliah. Ibu tua itu selalu ramah serta amat sopan dengan mahasiswa-mahasiswi di sini. Ia senantiasa menundukkan kepalanya saat melewati kerumunan mahasiswa yang sedang nongkrong. Tapi satu hal yang membuat Riri merasa konyol, justru ia tidak hafal nama ibu tua tersebut !!! Dan dengan terpaksa ia memberi jawaban ‘kosong’ pada pertanyaan ke-10 ini. Ujian pun berakhir, satu per satu lembar jawaban pun dikumpulkan ke tangan dosen itu.

Sambil menyodorkan kertas jawaban, Riri mencoba memberanikan diri bertanya kepada dosennya kenapa ia memberi ‘pertanyaan aneh’ itu, serta seberapa pentingkah pertanyaan itu dalam ujian kali ini ?.

“Justru ini adalah pertanyaan terpenting dalam ujian kali ini” kata sang dosen.

Mendengar jawaban sang dosen, beberapa mahasiswa pun ikut memperhatikan ketika dosen itu berbicara. “Pertanyaan ini memiliki bobot tertinggi dari pada 9 pertanyaan yang lainnya, jika anda tidak mampu menjawabnya, sudah pasti nilai anda hanya C atau D,” ungkap sang dosen.

Semua berdecak, Riri pun bertanya kepadanya lagi, “Kenapa Pak ?” Jawab sang  dosen itu sambil tersenyum, “Hanya yang peduli pada orang-orang sekitarnya saja yang pantas jadi dokter.” Lalu sang sang dosen pergi  membawa tumpukan kertas jawaban ujian itu sambil meninggalkan para mahasiswa dengan wajah yang masih tertegun.
******
Peduli merupakan langkah awal untuk menjadi pemberi manfaat bagi orang lain serta penyelesai masalah di masyarakat. Dan peduli, sudah seharusnya menjadi milik semua orang, bukan hanya dokter. Jadi, soal ujian Riri nomor ke-10 di atas, kiranya juga menjadi soal ujian untuk kita semua. Maka seberapa pedulikah kita ? sehingga mampu menjawab persoalan-persoalan yang ada disekitar kita. Semoga cerita di atas menjadi hikmah untuk kita.

Wallahu’alaum bishowab
-->

Karena Ukuran Kita Tak Sama

|0 comments


DapurKata - "seperti sepatu yang kita pakai, tiap kaki memiliki ukurannya
    memaksakan tapal kecil untuk telapak besar akan menyakiti
    memaksakan sepatu besar untuk tapal kecil merepotkan
    kaki-kaki yang nyaman dalam sepatunya akan berbaris rapi-rapi"

Seorang lelaki tinggi besar berlari-lari di tengah padang. Siang itu, mentari seakan didekatkan hingga sejengkal. Pasir membara, ranting-ranting menyala dalam tiupan angin yang keras dan panas. Dan lelaki itu masih berlari-lari. Lelaki itu menutupi wajah dari pasir yang beterbangan dengan surbannya, mengejar dan menggiring seekor anak unta.

Di padang gembalaan tak jauh darinya, berdiri sebuah dangau pribadi berjendela. Sang pemilik, ’Utsman ibn ‘Affan, sedang beristirahat sambil melantun Al Quran, dengan menyanding air sejuk dan buah-buahan. Ketika melihat lelaki nan berlari-lari itu dan mengenalnya,

“Masya Allah” ’Utsman berseru, ”Bukankah itu Amirul Mukminin?!”

Ya, lelaki tinggi besar itu adalah ‘Umar ibn Al Khaththab.

”Ya Amirul Mukminin!” teriak ‘Utsman sekuat tenaga dari pintu dangaunya,

“Apa yang kau lakukan tengah angin ganas ini? Masuklah kemari!”

Dinding dangau di samping Utsman berderak keras diterpa angin yang deras.

kisah inspirasi
”Seekor unta zakat terpisah dari kawanannya. Aku takut Allah akan menanyakannya padaku. Aku akan menangkapnya. Masuklah hai ‘Utsman!” ’Umar berteriak dari kejauhan. Suaranya bersiponggang menggema memenuhi lembah dan bukit di sekalian padang.

“Masuklah kemari!” seru ‘Utsman,“Akan kusuruh pembantuku menangkapnya untukmu!”.

”Tidak!”, balas ‘Umar, “Masuklah ‘Utsman! Masuklah!”

“Demi Allah, hai Amirul Mukminin, kemarilah, Insya Allah unta itu akan kita dapatkan kembali.“

“Tidak, ini tanggung jawabku. Masuklah engkau hai ‘Utsman, anginnya makin keras, badai pasirnya mengganas!”

Angin makin kencang membawa butiran pasir membara. ‘Utsman pun masuk dan menutup pintu dangaunya. Dia bersandar dibaliknya & bergumam,

”Demi Allah, benarlah Dia & RasulNya. Engkau memang bagai Musa. Seorang yang kuat lagi terpercaya.”

‘Umar memang bukan ‘Utsman. Pun juga sebaliknya. Mereka berbeda, dan masing-masing menjadi unik dengan watak khas yang dimiliki.

‘Umar, jagoan yang biasa bergulat di Ukazh, tumbuh di tengah bani Makhzum nan keras & bani Adi nan jantan, kini memimpin kaum mukminin. Sifat-sifat itu –keras, jantan, tegas, tanggungjawab & ringan tangan turun gelanggang – dibawa ‘Umar, menjadi ciri khas kepemimpinannya.

‘Utsman, lelaki pemalu, anak tersayang kabilahnya, datang dari keluarga bani ‘Umayyah yang kaya raya dan terbiasa hidup nyaman sentausa. ’Umar tahu itu. Maka tak dimintanya ‘Utsman ikut turun ke sengatan mentari bersamanya mengejar unta zakat yang melarikan diri. Tidak. Itu bukan kebiasaan ‘Utsman. Rasa malulah yang menjadi akhlaq cantiknya. Kehalusan budi perhiasannya. Kedermawanan yang jadi jiwanya. Andai ‘Utsman jadi menyuruh sahayanya mengejar unta zakat itu; sang budak pasti dibebaskan karena Allah & dibekalinya bertimbun dinar.

Itulah ‘Umar. Dan inilah ‘Utsman. Mereka berbeda.

Bagaimanapun, Anas ibn Malik bersaksi bahwa ‘Utsman berusaha keras meneladani sebagian perilaku mulia ‘Umar sejauh jangkauan dirinya. Hidup sederhana ketika menjabat sebagai Khalifah misalnya.

“Suatu hari aku melihat ‘Utsman berkhutbah di mimbar Nabi ShallaLlaahu ‘Alaihi wa Sallam di Masjid Nabawi,” kata Anas . “Aku menghitung tambalan di surban dan jubah ‘Utsman”, lanjut Anas, “Dan kutemukan tak kurang dari tiga puluh dua jahitan.”

Dalam Dekapan ukhuwah, kita punya ukuran-ukuran yang tak serupa. Kita memiliki latar belakang yang berlainan. Maka tindak utama yang harus kita punya adalah; jangan mengukur orang dengan baju kita sendiri, atau baju milik tokoh lain lagi.

Dalam dekapan ukhuwah setiap manusia tetaplah dirinya. Tak ada yang berhak memaksa sesamanya untuk menjadi sesiapa yang ada dalam angannya.

Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat tulus pada saudara yang sedang diberi amanah memimpin umat. Tetapi jangan membebani dengan cara membandingkan dia terus-menerus kepada ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz.

Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat pada saudara yang tengah diamanahi kekayaan. Tetapi jangan membebaninya dengan cara menyebut-nyebut selalu kisah berinfaqnya ‘Abdurrahman ibn ‘Auf.

Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat saudara yang dianugerahi ilmu. Tapi jangan membuatnya merasa berat dengan menuntutnya agar menjadi Zaid ibn Tsabit yang menguasai bahawa Ibrani dalam empat belas hari.

Sungguh tidak bijak menuntut seseorang untuk menjadi orang lain di zaman yang sama, apalagi menggugatnya agar tepat seperti tokoh lain pada masa yang berbeda. ‘Ali ibn Abi Thalib yang pernah diperlakukan begitu, punya jawaban yang telak dan lucu.

“Dulu di zaman khalifah Abu Bakar dan ‘Umar” kata lelaki kepada ‘Ali, “Keadaannya begitu tentram, damai dan penuh berkah. Mengapa di masa kekhalifahanmu, hai Amirul Mukminin, keadaanya begini kacau dan rusak?”

“Sebab,” kata ‘Ali sambil tersenyum, “Pada zaman Abu Bakar dan ‘Umar, rakyatnya seperti aku.
Adapun di zamanku ini, rakyatnya seperti kamu!”

Dalam dekapan ukhuwah, segala kecemerlangan generasi Salaf memang ada untuk kita teladani. Tetapi caranya bukan menuntut orang lain berperilaku seperti halnya Abu Bakar, ‘Umar, “Utsman atau ‘Ali.

Sebagaimana Nabi tidak meminta Sa’d ibn Abi Waqqash melakukan peran Abu Bakar, fahamilah dalam-dalam tiap pribadi. Selebihnya jadikanlah diri kita sebagai orang paling berhak meneladani mereka. Tuntutlah diri untuk berperilaku sebagaimana para salafush shalih dan sesudah itu tak perlu sakit hati jika kawan-kawan lain tak mengikuti.

Sebab teladan yang masih menuntut sesama untuk juga menjadi teladan, akan kehilangan makna keteladanan itu sendiri. Maka jadilah kita teladan yang sunyi dalam dekapan ukhuwah.

Ialah teladan yang memahami bahwa masing-masing hati memiliki kecenderungannya, masing-masing badan memiliki pakaiannya dan masing-masing kaki mempunyai sepatunya. Teladan yang tak bersyarat dan sunyi akan membawa damai. Dalam damai pula keteladannya akan menjadi ikutan sepanjang masa.

Selanjutnya, kita harus belajar untuk menerima bahwa sudut pandang orang lain adalah juga sudut pandang yang absah. Sebagai sesama mukmin, perbedaan dalam hal-hal bukan asasi
tak lagi terpisah sebagai “haq” dan “bathil”. Istilah yang tepat adalah “shawab” dan “khatha”.

Tempaan pengalaman yang tak serupa akan membuatnya lebih berlainan lagi antara satu dengan yang lain.

Seyakin-yakinnya kita dengan apa yang kita pahami, itu tidak seharusnya membuat kita terbutakan dari kebenaran yang lebih bercahaya.

Imam Asy Syafi’i pernah menyatakan hal ini dengan indah. “Pendapatku ini benar,” ujar beliau,”Tetapi mungkin mengandung kesalahan. Adapun pendapat orang lain itu salah, namun bisa jadi mengandung kebenaran.”

sepenuh cinta,
Salim A. Fillah

Menalar Kisah Mereka yang Ingin Naik Haji

|0 comments


DapurKata - Kisah inspirasi ini ditulis, oleh ustadz Herry Nurdi. Kisah ini ia tulis dalam websitenya, di penerang.com dengan judul asli Semua Karena Sebab. Berikut kami sajikan untuk Anda...
***
Namanya Sukerti bin Saiman, dari Lombok Utara. Pada saya beliau bercerita, bahwa desanya adalah salah satu desa yang paling tertinggal baik dari sisi pembangunan maupun ekonomi sosial. Di desa yang paling tertinggal ini, Pak Sukerti, menurutnya, adalah penduduk paling miskin di antara 300 kepala keluarga. Dia hanya petani lahan kering, bertanam jagung, diselingi kacang atau yang lain.

Tak ada dalam bayangannya untuk bepergian jauh, yang harus mengeluarkan dana dan bekal besar. Tapi hari ini, di sini lah Pak Sukerti, menunaikan Thawaf dan Sai. Bersama jutaan manusia dari seluruh dunia, menunaikan ibadah haji. Bertasbih, bertahmid, bertakbir, memuja sang Ilahi.

Tak ada nalar yang bisa dibangun untuk mencerna ini. Sukerti bin Saiman mencatat sejarah sebagai orang pertama yang menunaikan rukun Islam kelima dari kampungnya. Tak ada orang yang percaya, tapi Allah sudah menciptakan sebab untuknya.

Dari Bandung, beberapa orang tunanetra juga menunaikan ibadah yang sama. Saling tuntun, saling jaga. Terbang dari tempat yang sungguh jauh, tak melihat terang, tapi di saat yang sama justru dilimpahi cahaya-Nya, insya Allah. Satu di antara mereka adalah Pak Hepi. Sejak mengayunkan langkah pertama kakinya dari pintu rumah, dia sudah membisikkan doa yang penuh pasrah dan iba. “Ya Allah, tak seperti para hujjaj yang lain, aku tak bisa melihat rumah-Mu yang Agung. Padahal sungguh aku ingin melihatnya. Aku hanya mampu melihat dengan cara meraba. Maka izinkan aku menyentuh dan meraba bangunan-Mu yang mulia,” demikian doa Pak Hepi.

Maka disinilah dia. Terseret-seret oleh gelombang manusia yang berthawaf dengan Kabah sebagai pusarannya. Terjungkal-jungkal, terdorong-dorong oleh kekuatan manusia yang bergulung-gulung besarnya. Terjatuh-jatuh, dua kali Pak Hepi tak berkuasa mengendalikan diri. Tapi ketika terbangun, tangannya telah meraba dinding Kabah. Subhanallah, Maha Suci Allah yang jika telah menghendaki sesuatu terjadi, maka dengan berbagai alasan akan terjadi. Tak ada sesuatu bisa menghalangi, meski alasan-alasan dan sebab sebagai syarat terjadinya sesuatu tak cukup terpenuhi dalam ukuran akal manusia yang lemah ini.

Pak Sukerti, Pak Hepi, termasuk saya adalah satu di antara ratusan orang lain dari seluruh dunia yang menunaikan ibadah haji atas undangan Rabitha Alam Islami. Satu dari sekian sebab yang dijadikan Allah untuk mengantar sesuatu bisa terjadi. Dia, Allah yang Maha Memiliki, tak pernah kehilangan alasan untuk menciptakan sebab-sebab kejadian. Dia tak pernah kehabisan cara untuk mewujudkan peristiwa-peristiwa dalam kehidupan manusia. Dan Dia, Allah yang Maha Kuasa, sungguh Maha Mampu menciptakan kausalitas yang tak pernah terbayang oleh manusia.

Maka, jangan pernah hilang harapan. Apapun asa dan hajat kita. Dan jika Dia mampu membuat sesuatu terjadi, beyond reason, maka Dia juga mampu menghentikan apapun yang terjadi juga beyond reason. Berdoalah, dan jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah SWT. Dengan izin-Nya, dengan kuasa-Nya, Dia mampu mengantar kita untuk datang kerumah-Nya yang agung dan beruluk salam langsung di pusara baginda Rasul.

Pertanyaanya bukan tentang seberapa besar kemampuan kita, tapi tentang seberapa tinggi kemauan hati ini. Sehingga menggerakkan makhluk langit untuk berdoa dan membantu meringankan semua. Labaik ya Allah, kami akan datang memenuhi panggilan-Mu….

Mina, 19 November 2009
Kedah, 6 November 2010
-->
kisah dan gambar diambil dari http://penerang.com/2010/11/07/semua-karena-sebab/

Kisah Sebuah Tes Tulis Lamaran Kerja

|0 comments


DapurKata - Kisah ini saya dapatkan di status facebook salah seorang sahabat saya. Saking inspiratifnya, saya tergerak untuk segera tuliskan ulang dan hadirkan untuk Anda.
Dikisahkan suatu waktu di Indonesia, ada sebuah perusahaan yang melakukan rekrutmen untuk sebuah posisi. Perusahaan tersebut perusahaan besar, yang sampai sekarang pun namanya insya Allah masih cukup dikenal di Indonesia. Pelamar untuk posisi tersebut terbilang besar, sekitar 2000-an orang. Namun hanya 1 orang yang akhirnya diterima bekerja disana.
Dalam proses rekrutmen, perusahaan tersebut memberikan sebuah tes tertulis. Isi tes tertulisnya, adalah sebuah kasus untuk dijawab oleh calon karyawannya. Berikut kasus dalam tes tulis. 
-----------
Anda sedang mengendarai motor ditengah malam yang hujan, ditengah jalan Anda melihat 3 orang sedang menunggu kedatangan angkot :
- Seorang nenek tua yang sangat lapar.
- Seorang dokter yang pernah menyelamatkan hidup Anda sebelumnya.
- Seseorang special yang selama ini menjadi idaman hati Anda.
Anda hanya bisa mengajak satu orang untuk dibonceng, siapakah yang akan Anda ajak ? 
Dan jelaskan mengapa Anda melakukan itu!!
-----------
Jika Anda ikut dalam proses rekrutmen tersebut, kira-kira jawaban Apa yang akan Anda berikan?
Jangan scroll kebawah sebelum Anda memberikan jawaban Anda.
 
 
Serius, jawablah dulu, baru kita lihat jawaban yang diterima.

 dari 2000an pelamar & jawaban, hanya 1 yg diterima, Orang tersebut tidak menjelaskan jawabannya, hanya menulis dengan singkat :
"Saya akan memberikan kunci motor saya kepada sang dokter dan meminta dia untuk membawa nenek tua tersebut untuk ditolong segera. Sedangkan saya sendiri akan tetap tinggal disana dengan sang idaman hati untuk menunggu angkot."
Dan diterimanyalah ia serta langsung mendapat kualifikasi smart & brilliant employee 
Lepas dari nilai non-syari terkait khalwat-nya, Bagi saya pribadi, hikmah yang bisa saya petik adalah kita dapat melakukan sebuah efisiensi pekerjaan yang menyenangkan. Syaratnya hanyalah kita mau berkorban lebih untuk mendapatkan sesuatu yang insya Allah lebih besar. 
Kalau kamu? inspiratif Apa yang bisa kamu petik?

---
Cerita dari Facebook,
-gambar dari darlawrites.com-

Jendela Kereta Api

|0 comments
DapurKata - Hari itu, di kereta api terdapat seorang pemuda bersama ayahnya. Pemuda itu berusia 24 tahun, sudah cukup dewasa tentu.

Di dalam kereta, pemuda itu memandang keluar jendela kereta, lalu berkata pada Ayahnya.
"Ayah lihat, pohon-pohon itu sedang berlarian"


Sepasang anak muda duduk berdekatan. Keduanya melihat pemuda 24 tahun tadi dengan kasihan. Bagaimana tidak, untuk seukuran usianya, kelakuan pemuda itu tampak begitu kekanakan.

Namun seolah tak peduli, si pemuda tadi tiba-tiba berkata lagi dengan antusiasny,
"Ayah lihatlah, awan itu sepertinya sedang mengikut kita!"

Kedua pasangan muda itu tampak tak sabar, lalu berkata kepada sang Ayah dari pemuda itu.
"Kenapa ANda tidak membawa putra Anda itu ke seorang dokter yang bagus?

Sang Ayah hanya tersenyum, lalu berkata. "Sudah saya bawa, dan sebenarnya kami ini baru saja dari rumah sakit. Anak saya ini sebelumnya buta semenjak kecil, dan ia baru mendapatkan penglihatannya hari ini"

Sahabat, setiap manusia di planet ini memiliki ceritanya masing-masing. Jangan langsung kita men-judge seseorang sebelum kita mengenalnya benar. Karena kebenaran boleh jadi mengejutkan kita. Selalu berprasangka baik kepada setiap orang, karena itu yang diajarkan nabimu, dan itulah cara yang baik untuk hidup...

Apakah Anda punya kisah yang mirip dengan cerita diatas? mari dibagi...
Klik like/share jika Anda suka :)

cerita diterjemahkan dari islamicthinking.tumblr.com , gambar dari kuncitransformasi.blogspot.com

Kumpulan Kata kata Mutiara Cinta Penyejuk Jiwa Terbaru 2014

|0 comments
DapurKata - Cinta sering disebut sebagai sesuatu yang paling hakiki dalam kehidupan manusia, tak hayal beberapa hal yang berkatan dengan cinta selalu menarik perhatian untuk dibaca, termasuk artikel Kata Kata Mutiara Cinta ini. Cinta pada dasarnya merupakan sesuatu yang rumit, karena malibat dua indifidu atau lebih yang tentunya berbeda sifat dan pembawaan. Permasalahan-permasalah tentang cinta acapkali berimbas ke permasalahan lain yang lebih menyeluruh, sehingga terkadang mengganggu rutinitas kita. Kata mutiara juga sering digunakan untuk menyelesaikan masalah yang terjad seputar percintaan, dan bukan hanya itu, terkadang digunakan hanya sebagai penyemangat untuk memperhangat hubungan.
Untuk itu-lah setelah menimbang dan menelaah urgensi cinta, kami mengunggah informasi tentang Kata Kata Mutiara Cinta yang berasal dari berbagai sumber. Berikut ini adalah beberapa Kata Kata Mutiara Cinta  yang sudah dirangkum menjadi sebuah artikel cantik, persembahan dari kami untuk anda yang sedang merasakan manis pahitnya dunia percintaan.

Kata Mutiara Cinta Terbaru 2012
Kata Mutiara Cinta
Setetes kebencian di dalam hati
Pasti akan membuahkan penderitaan
Tapi setetes cinta di dalam relung hati
akan membuahkan kebahagiaan sejati
Kalahkan Kemarahan dengan Cinta Kasih
Kalahkan Kejahatan dengan Kebajikan
Kalahkan kekikiran dengan Kemurahan Hati
Kalahkan Kesombongan dengan Kejujuran
Nafsu hanya akan memberikan kebahagiaan sesaat
tapi cinta yang tulus dan sejati akan memberikan
kebahagiaan selamanya
Jika kita mencintai seseorang
Berusahalan untuk tampil apa adanya
karena Cinta sejati selalu dapat
Menerima Kelebihan dan Kekurangan
Bahagialah bagi orang yang mengerti akan arti cinta,
Karena Cinta itu akan memberikan warna bagi kehidupannya
Cinta yang teramat besar kadang dapat membuat kita
tak bisa mencintai lagi
Luruhnya hati bukanlah suatu dosa, Maka Jangan Pernah
Takut untuk Jatuh Cinta
Cinta Tak Harus Saling Memiliki
Kadang Kala Mereka Harus Melepaskan Cinta Tersebut
Karena Cinta yang Sejati Selalu Ingin Membahagiakan
Orang Yang dicintai
Cinta itu seperti art yang indah dan agung,
berbahagialah yg pernah mendapatkannya meskipun tidak abadi
Cinta tidak membuat dunia berputar
Cinta inilah yang membuat perjalanan tersebut berharga
Cinta tidak berupa tatapan satu sama lain,
tetapi memandang ke luar bersama ke arah yang sama.
Bel bukanlah bel sebelum engkau membunyikannya
Lagu bukanlah lagu sebelum engkau menyanyikannya
Cinta di dalam hatimu tidak diletakkan untuk tinggal di sana
Cinta bukanlah cinta sebelum engkau memberikannya
Nafsu adalah emosi
Cinta adalah pilihan
Cara untuk mencintai sesuatu adalah dengan menyadari
Bahwa sesuatu itu mungkin hilang
Cinta adalah kunci induk yang membuka gerbang kebahagiaan
Kekasih yang bijaksana tidak menghargai hadiah dari kekasihnya
Sebesar cinta dari si pemberi
Jika anda ingin dicinta, mencintalah
dan jadilah orang yang pantas dicinta
Di antara mereka yang saya sukai atau kagumi,
saya tidak dapat menemukan suatu kesamaan
Tetapi di antara mereka yang saya kasihi,
saya dapat menemukannya: mereka semua membuat saya tertawa
Persahabatan sering berakhir dengan cinta
Tetapi cinta kadang berakhir bukan dengan persahabatan
Kita harus sedikit menyerupai satu sama lain
untuk mengerti satu sama lain
Tetapi kita harus sedikit berbeda
Untuk mencintai satu sama lain
Cinta yang belum matang berkata: “Aku cinta kamu karena aku butuh kamu”
Cinta yang sudah matang berkata: “Aku butuh kamu karena aku cinta kamu”
Cinta memasukkan kesenangan dalam kebersamaan
kesedihan dalam perpisahan harapan pada hari esok kegembiraan di dalam hati
Siapa pun yang mempunyai hati penuh cinta selalu mempunyai sesuatu untuk diberikan
Cinta sejati dimulai ketika tidak sesuatu pun diharapkan sebagai balasan
Segera sesudah kita belajar mencinta, Kita akan belajar untuk hidup, Cinta…, Jika anda memilikinya, anda tidak memerlukan sesuatu pun yang lain, Dan jika anda tidak memilikinya, apa pun yang lain yang anda miliki tidak banyak berarti
Cinta tidak dapat dipaksakan, Cinta tidak dapat dibujuk dan digoda, Cinta muncul dari Surga tanpa topeng dan tanpa dicari
Cobalah bernalar tentang cinta dan engkau pun, akan kehilangan nalarmu
Lebih mudah mengubah persahabatan menjadi cinta, daripada mengubah cinta menjadi persahabatan
Seorang wanita yang berpura-pura menertawai cinta itu seperti seorang anak kecil yang menangis di malam hari karena ketakutan
Terkadang cinta yang baru malah datang dari kawan lama. Terkadang kekasih yang baik adalah orang yang selalu ada untuk kita.
 Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya; dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.
 Hal yang paling penting dilakukan di dunia ini adalah mendapatkan makanan, minuman dan seseorang yang mencintaimu.
Setelah meneliti orang yang dicintai dan orang yang tidak dicintai, kami menemukan orang yang dicintai jarang sekali mencoba menipu orang lain

Saturday, 22 September 2012

Pola Orang Sukses

|0 comments

Pola Orang SuksesMau sukses? Betul kita harus belajar dari mereka yang sukses. Tetapi, tidak salah kalau kita mau melihat dan belajar bagaimana orang-orang bisa gagal.
Karakter dan cara pandang orang-orang sukses itu sama. Begitu juga dengan mereka yang tidak pernah sukses.
Orang yang bakal sukses, walaupun belum sukses, mereka adalah orang-orang optimis. Sekalipun mereka dihantam kegagalan besar, mereka tetap akan bangkit. Sementara, ada orang yang ketika menemui kegagalan malah pergi. Inilah mereka yang tidak pernah jadi siapa-siapa walaupun punya potensi.
Kegagalan yang tidak seberapa bagi orang-orang optimis akan menjadi kiamat untuk orang-orang pesimis!
Orang sukses tidak takut bermimpi besar karena ia selalu melihat apa yang ia dapatkan ketika mimpi itu tercapai. Sementara mereka yang pesimis memikirkan akibat-akibat negatif yang akan terjadi ketika mimpinya tidak tercapai. Dan, itu yang membuat mereka tidak bergerak menuju impiannya.
Orang sukses begitu bersinar melihat sebuah peluang yang bisa membawanya ke impian. Yang tidak sukses akan takut karena berpikir mereka harus kerja keras menuju ke sana.
Orang-orang sukses siap bekerja keras dan ‘membayar harga’. Mereka tidak akan pernah kecewa dengan hasilnya walaupun perjalanan yang ditempuh masih jauh.
Yang tidak sukses akan selalu mengeluhkan hasil. Mereka merasa sudah bekerja keras dan membayar harga tetapi tidak mendapat apa-apa, lalu mereka meninggalkan semuanya dan mencari lagi hal-hal baru. Mereka tidak akan pernah selesai karena selalu berhenti di tengah-tengah tanpa hasil maksimal.
Si sukses selalu melihat peluang, walau di dalam kegagalan sekalipun!
Mereka seperti bola yang ketika dibanting malah siap memantul lebih tinggi.
Mereka bersedia mengganti jam santainya untuk terus bekerja sampai dia mendapatkan impiannya.
Mereka sanggup dikatakan si tuli, ketika banyak orang mencela dan menghina apa yang dilakukannya.
Mereka tau bahwa kegagalan-kegagalan yg mereka alami tidak akan mungkin gagal terus, karena manusia punya jatah kegagalan masing-masing sebelum mendapatkan impiannya.
Pola orang sukses dimana-mana sama. Jadi, kalau Anda sudah seperti di atas tetapi belum mendapatkan apa yang diimpikan, bertahan saja dan terus berusaha. Karena, itulah jalannya orang-orang sukses dalam menempuh tujuannya.

Belajar Dari Seorang Penebang Kayu

|0 comments

Belajar Dari Seorang Penebang KayuAda sebuah cerita, seorang penebang kayu yang sangat kuat meminta pekerjaan di pedagang kayu dan dia mendapatkannya. Bayarannya benar-benar baik dan begitu juga kondisi kerja. Untuk itu, penebang kayu itu bertekad untuk melakukan yang terbaik.
Bosnya memberikan kapak dan menunjukkan kepadanya daerah dimana dia bekerja dan mendapatkan pohon.
Hari pertama, penebang kayu membawa 17 pohon.
“Selamat,” kata bos. “Pergilah seperti itu!”
Sangat termotivasi oleh kata-kata bosnya, penebang pohon berusaha lebih keras lagi pada hari berikutnya, namun ia hanya bisa membawa 14 pohon. Hari ketiga dia bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya bisa membawa 8 pohon. Hari demi hari dia membawa pohon berkurang terus menerus.
Pikir penebang kayu “Aku kehilangan kekuatanku”. Ia pergi menghadap ke bosnya dan meminta maaf, mengatakan bahwa ia tidak bisa mengerti apa yang sedang terjadi.
“Kapan terakhir kali kau mengasah kapakmu?” Tanya bos.
“Mengasah? Saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak saya. Saya telah sangat sibuk untuk memotong pohon … ”
Kehidupan kita seperti itu. Kita kadang-kadang begitu sibuk bahwa kita tidak punya waktu luang untuk mengasah “kapak”. Dalam dunia sekarang ini, tampaknya semua orang terlalu sibuk, tapi yang di dapat kurangnya kebahagiaan.
Mengapa demikian? Mungkinkah kita telah lupa bagaimana untuk tetap “tajam”? Apa ada yang salah dengan aktivitas dan kerja keras kita, sehingga kita mengabaikan hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup, seperti kehidupan pribadi kita, meluangkan waktu untuk mendekati Pencipta kita, memberikan lebih banyak waktu untuk keluarga kita, mengambil waktu untuk membaca atau hal lainnya.
Kita semua perlu waktu untuk bersantai, untuk berpikir dan bermeditasi, untuk belajar dan tumbuh. Jika kita tidak meluangkan waktu untuk mengasah “kapak” kita akan menjadi kusam dan kehilangan efektivitas kita.

Percaya Pada Diri Sendiri

|0 comments

Percaya Pada Diri SendiriMungkin akan ada hari-hari ketika Anda bangun di pagi hari dan hal-hal yang tidak Anda harapkan terjadi. Saat itulah Anda harus mengatakan kepada diri Anda, bahwa hal-hal yang tidak Anda harapkan akan menjadikan lebih baik. Dengan terus-menerus menjaga diri menuju ke arah yang tepat dan mungkin ini tidaklah mudah.
Pada dasarnya setiap orang yang dilahirkan memiliki potensi yang unik dan mereka lebih tertarik pada dirinya sendiri, hanya saja kita sebagai manusia terkadang dalam menjalani hidup ini sering tidak terpikirkan bahwa mereka terlahir dengan kepribadian dan potensi yang besar melebihi apa yang mereka pikirkan.
Rasa percaya diri inilah yang dimiliki oleh orang-orang sukses dan menjadi ciri khas mereka. Mereka sungguh paham dengan potensi dan kemampuan yang mereka miliki, sehingga ketika sedang berhadapan dengan sebuah masalah mereka dapat melaluinya dengan baik meskipun dalam prosesnya mereka menemui berbagai kegagalan dan disaat mengalami kegagalan mereka selalu berhasil membangun rasa percaya diri untuk bangkit.
Jadi ketika waktunya akan datang yang penuh frustasi dan tanggung jawab yang tak terduga, ingatlah untuk percaya pada diri sendiri. Karena tantangan dan perubahan hanya akan membantu Anda menemukan tujuan untuk menjadi kenyataan bagi diri Anda sendiri.
Keep Believing in Yourself!

Cerita Seekor Semut

|0 comments

Cerita Seekor SemutSuatu pagi saya membuang waktu hampir sekitar satu jam menyaksikan seekor semut kecil membawa sebuah bulu besar di teras belakang rumah saya. Beberapa kali semut kecil tersebut berhadapan dengan rintangan di jalan yang dia lalui. Pada saat jalan yang di lalui semut tersebut, terdapat sebuah celah retakan selebar 10mm. Dengan berhenti sejenak, mungkin berpikirnya semut seperti itu, diameletakkan bulu diatas retakan tersebut dan berjalan diatasnya setelah sampai di sisi lain dia mengambil bulu tersebut dan meneruskan perjalananya kembali.
Setelah sampai di sebuah lubang kecil yang merupakan pintu masuk rumah bawah tanahnya. Bagaimana bisa bulu tersebut bisa masuk? Tentu saja tidak bisa. Setelah menjadi beban dalam perjalananya, dan mengatasi masalahnya dalam membawa bulu seberat itu, semut hanya meninggalkan bulu tersebut dan pulang.
Bukankah hidup seperti itu? Anda khawatir tentang keluarga Anda, Anda khawatir tentang uang Anda, Kita khawatir tentang pekerjaan, tentang di mana kita hidup, atau tentang segala macam hal. Ini semua adalah beban – hal yang kita ambil disepanjang kehidupan kita. Dan ketika kematian menjemput kita, itu semua tidak dapat kita bawa bersama….

Apa Yang Anda Tunggu?

|0 comments

Apa Yang Anda Tunggu?Beberapa orang memilih menunggu untuk sebuah perubahan dan mempertahankan pada kondisi kejenuhan pada tempatnya bekerja dengan alasan nyaman. Jika Anda harus menunggu waktu yang tepat untuk mulai bekerja pada impian Anda, Kapan Anda akan memulai?
Apakah Anda akan menunggu untuk memulai mengejar impian Anda besok? Minggu depan? atau tahun depan? Setelah dirasa cukup! Mungkin saya akan bilang tidak akan pernah memulainya kalau Anda harus menunggu semuanya dirasa cukup. “Cukup” saya sebut disini sempurna. Sempurna ataupun kesempurnaan adalah sebuah ilusi. Dan ketika Anda hanya menunggu untuk sebuah kesempurnaan dan bayangan, kapan Anda akan bergerak maju?
Pikirkan tentang hal ini sejenak…
Perasaan takut dan kerentanan mungkin tidak pernah pergi. Anda mungkin berpikir modal yang nantinya untuk berwirausaha tidak cukup, atau hal lainnya yang mengganggu pikiran Anda. Memang benar, ketika kita ingin menjadi seorang wirausaha, berpikir matang memang perlu, tapi tidak harus menunggu semuanya sempurna.
Yang Anda butuhkan adalah keinginan membara untuk mencapai mimpi atau tujuan Anda.
Pertimbangkan ini sejenak…
Jika Anda tetap ingin menunggu untuk kesempurnaan, apa yang akan terjadi pada impian dan tujuan Anda? Apa yang terjadi pada hidup Anda? Apa yang akan terjadi pada kesehatan Anda?
Sekarang ini adalah saat yang paling tepat untuk merubah hidup Anda. Anda masih hidup. Anda masih bersemangat. Anda masih mempunyai impian dan menginginkan untuk membuat perubahan drastis dalam hidup Anda. Dan Anda harus yakin kalau Anda BISA! Jangan menunggu, tetapi aplikasikan…

Kegagalan Bukanlah Kecelakaan

|0 comments

Kegagalan Bukanlah Kecelakaan
Kegagalan yang kita temui ditengah2 jalan, bukan berarti kegagalan total yang membuat kita buntu dan tidak akan kemana2. Sayangnya tidak semua orang TAHAN akan kegagalan. Tidak semua orang mau menerima kegagalan sebagai pelajaran selanjutnya untuk menuju keberhasilan.
Ketika kegagalan membuat seseorang menyerah dan patah arang, maka inilah jalan sesungguhnya menuju kegagalan permanen yang total! Jika ada yang saat ini sedang terserang putus asa, patah arah, dan hampir menyerah. Coba berusaha sekuat tenaga untuk menyemangati diri dulu.
Kisah inspirasi orang2 hebat di bawah ini mudah2an bisa membuat kita sadar bahwa syarat mutlak keberhasilan adalah mau menemui kegagalan2 lebih dulu sebelumnya.

Walt Disney.

Dia pernah dipecat editor surat kabar dengan tuduhan tidak memiliki imajinasi dan tidak punya ide bagus. Dia juga bangkrut beberapa kali sebelum membangun Disneyland. Bahkan taman bermain yang mendunia itu pernah ditolak oleh kota Anaheim di Amerika. Sekarang apa kabar Disneyland ? Pastinya Wowwww!!

Thomas Edison

Gurunya mengatakan dia “terlalu bodoh untuk belajar apapun”. Dia juga dipecat dari pekerjaan pertamanya dengan alasan tidak produktif. Thomas Edison membuat kegagalan 1000x sebelum menemukan bola lampu. Ketika seorang reporter bertanya, “Bagaimana rasanya gagal 1.000 kali?” Edison menjawab, “Saya bukan gagal 1.000 kali. Bola lampu adalah penemuan dengan 1.000 langkah”

Henry Ford

Sebelum berhasil membangun Pabrik Mobil terbesar dengan merek FORD, Henry Ford mengalami 5 kali kegagalan dan membuat bangkrut perusahaan-perusahaan yang pernah mengajaknya untuk bekerjasama membuat mobil. Kedengerannya cuma 5 kali, ya! Tapi bisa dibayangkan berapa ratus ribu dolar yang pernah ia rugikan (sekarang ini setara dengan trilyunan) yang menyebabkan para investor mengusirkan dari kerjasama bisnis. Henry Ford berprinsip : Kegagalan adalah kesempatan untuk memulai lagi, dengan lebih pintar

Albert Einsten

Tidak dapat bicara sampai berusia 4 tahun dan tidak bisa membaca sampai usia 7 tahun. Salah satu gurunya menyebutnya sebagai “mental lambat dan bodoh”

Jadi buat yang udah sering gagal, lanjut teruuuss karena tinggal tunggu berhasilnya saja. Its a matter of time…

Motivasi Kegagalan

|0 comments

Motivasi KegagalanSeperti yang sudah saya posting pada artikel sebelumnya. Berikut saya tambahkan sedikit bagaimana cara motivasi kegagalan tersebut. Kebanyakan orang yang sudah merasa nyaman pada pekerjaan dan posisinya yang sekarang dan tidak mau merubah. Padahal suatu saat keadaan akan selalu berubah, lingkungan selalu berubah dan menuntut kita untuk beradaptasi.
Ada jutaan orang di sekitar kita, yang tidak terkenal karena telah menyerah pada nasib. Mereka tidak mau berubah dan takut untuk mengambil resiko. Mereka tidak berani gagal untuk meraih sukses. Atau mereka yang telah gagal tapi takut dan tidak mau bangkit kembali. Mereka adalah orang-orang yang menyia-nyiakan anugerah kehidupan dan meninggal dalam penyesalan karena tidak pernah berjuang semaksimal mungkin.
Mereka yang dikalahkan oleh rasa takut dan dipenuhi rasa penyesalan. Tidak ada yang menceritakan kisah orang-orang ini karena mereka bukanlah orang-orang yang sukses.
Kesuksesan akan menghampiri mereka yang berani. Berani berubah dan bertindak, berani jatuh dan bangkit kembali. Siapapun orangnya, semuanya boleh bermimpi. Semua orang bisa menjadi pemimpi yang ingin meraih kesuksesan. Hanya dengan syarat berani gagal. Jangan lupa untuk berdisiplin dan konsisten diri. Belajar dan memegang teguh integritas diri. Tetap semangat dan terus optimis. Itulah kunci untuk meraih kesuksesan.

Semua Manusia Sama?

|0 comments

Semua Manusia Sama?
Kita ini Manusia yang sama sebenarnya.
Sama-sama bisa melihat.
Sama-sama bisa jalan.
Sama-sama punya kesempatan.
Sama-sama bisa mati, bisa lapar, dan bisa sakit.
Lalu yang membedakan kita apa?
HABIT! Kebiasaan!
Jadi, kita ini semua dibedakan dari kebiasaan-kebiasaan kita. Hingga akhirnya hasil yang didapat juga beda-beda.
Ada yang kebiasaan menyerah, sementara yang lain kebiasaan pantang Mundur.
Ada yang Kebiasaan beralasan sementara yang lain kebiasaan mencari kesempatan.
Ada yang kebiasaan berbohong sementara yang lain kebiasaan jujur
Ada yang kebiasaan cepat naik darah sementara yang lain kebiasaan kalem
Ada yang kebiasaan hidup dalam keputusasaan sementara yang lain kebiasaan optimis
Ada yang kebiasan berlarut2 dalam kesedihan sementara yang lain kebiasaan cepat melupakan.
Jadi..
Sebenarnya kita bisa memilih mau terbiasa dalam kebiasaan seperti apa. Jangan lupa pula untuk melihat efek dan hasil yang didapat dari kebiasaan-kebiasaan kita ini. Kalau hasil yang didapat terlalu beresiko untuk diri sendiri dan keluarga, yaa… segera dirubah kebiasaan-kebiasaan jelek itu ya…

Pekerja Keras vs Cerdas

|0 comments

Pekerja Keras vs CerdasSaya baru saja mendapat bacaan dari seorang motivator terkenal.
Tulisannya:
Jika mau kaya jadilah pekerja cerdas, bukan pekerja keras. Kuli bangunan sampai kapan pun tidak akan pernah kaya padahal dia bekerja keras terus menerus.
Permisi, agak miris membaca kalimat itu. Ukuran ‘kaya’ bagi setiap orang itu relatif. Kalau kuli tersebut adalah kuli yang paling kaya di antara kuli lainnya atau pekerja keras lainnya, boleh dong dia berbangga. Kan, dia membandingkan dengan sesamanya?
Kerjanya kuli, tapi jago nabung dan ternyata rumahnya ‘gedong’ di desanya. ‘Gedong’ menurut dia, pasti relatif lagi buat kita-kita orang kota. Intinya, ya itu semua relatif.
Menurut saya, tidak ada pekerja cerdas yang bisa kaya tanpa diikuti kerja keras.
*Kecuali INVESTOR yang menjadikan uangnya bekerja keras. Tapi, sebelum berada di tahap tersebut, pastilah dia seorang pekerja keras juga*
Jangan bandingkan kuli bangunan dengan pekerja kantoran, seorang motivator, penulis mahal, atau seorang jutawan yang mengerjakan bisnisnya dengan internet, misalnya. Bandingkanlah kuli bangunan dengan pekerja kasar lainnya. Bisa jadi si kuli bangunan termasuk yang paling kaya di antara pekerja kasar sesamanya, Bandingkan lah apple to apple.
Selamat beraktifitas!

Khalil Gibran – The History

|0 comments

gibranMungkin banyak orang pernah denger tentang karya-karya Khalil Gibran.. but, how about his history ? nggak banyak orang yang tau.. maka, aku coba uraikan sejarah singkat tentang penyair besar ini.. yang aku rangkum dari berbagai sumber.
Khalil Gibran lahir pada tanggal 6 January 1883, di daerah pegunungan di Lebanon Utara. Ibunya, Kamila Rahmeh berusia 30 tahun ketika melahirkan Khalil Gibran. Gibran lahir dari suami ibunya yang ke tiga – yang jarang mempedulikan nasib keluarga Gibran. Gibran memiliki 1 kakak tiri bernama Peter, dan dua adik perempuan bernama Mariana dan Sultana. Ibu Khalil Gibran berasal dari latar belakang religius yang tidak berpendidikan.
Gibran tumbuh sebagai anak yang pendiam dan perenung. Semenjak kecil, Gibran sangat suka mengamati air terjun bertingkat, tebing-tebing, dan pohon-pohon Cedar. Kelak, simbol-simbol alam ini akan menjadi sumber inspirasi bagi lukisan dan tulisan-tulisannya.
Gibran memang berasal dari keluarga kampung biasa, sehingga Gibran tidak bisa menerima pendidikan formal seperti layaknya keluarga bangsawan. Sebaliknya – karena berasal dari keluarga religius, pendidikan yang diterima Gibran hanya tentang Alkitab (Injil) bersamaan dengan pelajaran Bahasa Siria dan Arab. Pendidikan ini ia dapatkan dari seorang pastor yang secara rutin mengunjungi desanya. Untuk membuka wawasan Gibran, sang pastor mengajari dia membaca dan dan menulis, yang perlahan-lahan membuka pemikiran Gibran akan sejarah, ilmu pengetahuan, dan bahasa.
Pada usia delapan tahun, Ayah Gibran dituduh melakukan penggelapan pajak. Maka Ayah Gibran ditangkap, seluruh harta dan kekayaannya pun turut disita negara. Akibatnya, Gibran dan keluarganya menjadi tunawisma. Ibu Gibran memutuskan untuk berimigrasi ke Amerika untuk mencari kehidupan yang lebih baik – mengikuti paman Gibran yang sudah terlebih dulu pindah ke sana. Gibran dan keluarganya berangkat berlayar menuju New York, Amerika pada tanggal 25 Juni 1895. Sedangkan ayahnya tetap tinggal di Libanon.
Pada usia sepuluh tahun, Gibran pernah jatuh dari tebing. Untuk mengobati tulang bahunya yang retak, keluarganya membuatkan semacam salib untuk diikatkan dibahunya (sebagai penopang) selama 40 hari lamanya. Peristiwa ini mengingatkan Gibran akan pengembaraan dan puasa Yesus di padang gurun selama 40 hari. Kelak, ingatan ini jugalah yang berperan penting dalam karya-karya sastranya.
Di Amerika, Gibran dan keluarganya tinggal di daerah Boston Selatan, yang kala itu menjadi daerah komunitas Siria di Amerika. Kebuadayaan di daerah itu tidak jauh berbeda dengan budaya di daerah Ibu Gibran, mereka pun kebanyakan menggunakan bahasa Arab, sehingga gampang dimengerti oleh keluarga Gibran. Sebagai kepala keluarga, Ibu Gibran mulai bekerja sebagai pedagang keliling. Pada waktu itu, pedagang keliling adalah sumber pendapatan utama bagi para imigran Siria. Mereka pun kadang mendapatkan stigma yang negatif dari para penduduk Amerika, karena kehidupan Arab yang ‘berbeda’ serta kebiasaan hidup mereka yang cenderung malas.
Gibran mulai masuk sekolah pada tanggal 30 September 1895 – 2 bulan sesudah ia sampai di Amerika. Karena ia seorang imigran dan tidak pernah sekolah sebelumnya, maka Gibran harus mengikuti pendidikan dasar dulu, yaitu pendidikan bahasa Inggris. Saat sekolah, Gibran sangat antusias dengan sketsa dan lukisan seorang gurunya – sebuah hobi yang sudah ia sukai semenjak masa kecilnya di Libanon.
Rasa ingin tau Gibran yang besar akan seni, membuat dia mulai memasuki daerah budaya di Boston, yang begitu memukau dia dengan keramaian dunia teater, Opera, dan galeri seni. Dengan inspirasi seninya yang luar biasa dan lewat lukisan-lukisannya yang artistik, Gibran mendapatkan perhatian dari guru-gurunya di sekolah. Mereka lalu menghubungi Fred Holland Day, seorang seniman dan pencari bakat waktu itu. Melalui Fred Hollan Day inilah yang akhirnya membuka jalan bagi Gibran menuju cita-citanya : filosofis, Novelis, Sastrawan, dan Pujangga.
Karya-karya gibran sangat mempengaruhi kebudayaan modern Amerika hingga tahun 1960-an, pada tahun 1904 Gibran memulai exhibition-nya yang pertama di Boston. Pada tahun 1908 hingga 1910 dia belajar seni pada August Rodin di Paris. Tahun 1912 dia pindah ke New York, tempat dimana dia mengabdikan diri pada karya tulis dan lukisan.
Karya-karya awal Gibran kebanyakan ditulis dalam bahasa Arab, dan baru mulai tahun 1918 dia mulai menulis karya-karyanya dalam bahasa Inggris. Pada tahun 1920 ia mendirikan sebuah kelompok bagi penulis-penulis Arab : Mahgar (al-Mahgar). Anggota-anggota komunitas ini antara lain : Mikha’il Na’ima (1889-1988), Iliya Abu Madi (1889-1957), Nasib Arida (1887-1946), Nadra Haddad (1881-1950), dan Ilyas Abu Sabaka (1903-47).br /br /Gibran meninggal di New York pada tanggal 10 April 1931. Salah satu karya terbesarnya yang cukup terkenal ialah : The Propet (Sang nabi), sebuah buku yang berisi 26 esai puisi, yang sudah diterjemahkan di lebih 20 bahasa. The Prophet (Sang Nabi) mengisahkan tentang seorang nabi yang tinggal di negeri asing selama 12 tahun, yang sedang berada di kapal menuju perjalanan pulang. Di tengah perjalanan itulah sang nabi tersebut di hentikan oleh sekelompok orang, yang ingin diajar tentang misteri-misteri kehidupan.